Subscribe:

Kamis, 28 Juni 2012

Jangan Takut Menjadi Tua

"Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi", benarkah kata pepatah ini? Jika ya, mengapa
banyak orang takut menjadi tua? Apalagi bagi seorang pria rasa harga dirinya terletak pada
seberapa besar yang ia berikan kepada keluarganya. Jika ia seorang pegawai negeri ketika
memasuki masa pensiun ada rasa was-was, apakah masih dihargai istri?. Apalagi kondisi
tubuh yang lemah dan sakit-sakitan, apakah masih berguna?
        Firman Tuhan dalam Yesaya 46:3 ini berkata bahwa "sejak dari rahim, Tuhan
menjaga kita". Coba renungkan bagaimana Tuhan menjaga dan melindungi sebelum
seseorang masuk ke dalam dunia ini, waktu ia sedang bertumbuh dalam rahim ibunya.
Bahkan sampai sekarangpun masih di pelihara Tuhan. Jika demikian, mengapa masih
ragu akan kasih setia Tuhan hanya karena rambut mulai memutih dan kekuatan fisik
mulai berkurang?.
       Saudaraku, Tuhan yang kita percaya adalah Tuhan yang setia yang tetap melanjutkan
penjagaan-Nya tidak peduli berapa umur kita sekarang. Tetapkan hati untuk menaruh
harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan hadapilah hari tua dengan mantap karena
perlindungan dan pemeliharaan Tuhan. Imani janji Tuhan bahwa Tuhan akan menjaga
keluar masuk kita dari sekarang sampai selama-lamanya  ( Mazmur 121:8).
        Menjadi tua bukan untuk di ratapi atau ditakuti karena bagaimanapun menjadi tua
tidak dapat dihindari selama kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup di dunia.

Selasa, 12 Juni 2012

TANYAKAN KEPADA TUHAN

Terkadang orang lain berpikir seseorang terlalu rohani, jika segala rancangannya harus
bertanya dulu kepada Tuhan. Tetapi jangan resah dengan anggapan 'sok rohani', karena
Firman Tuhan juga berkata dalam Yakobus 4:13-15, "jadi sekarang, hai kamu yang 
berkata: "Hari ini atau besok kami akan berangkat ke kota anu, dan di sana kami 
akan tinggal setahun dan berdagang  serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu
apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang
sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebanarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan 
menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu". Dan dalam Hakim-Hakim
18:5b juga berkata,"Tanyakanlah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah
perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil.''
        Dari Firman Tuhan tersebut kita tahu bahwa adalah kehendak Tuhan jika melibatkan
Tuhan dalam segala rencana kita dan bertanya dulu kepada Tuhan apakah ini juga
kehendak-Nya. Untuk menjalankan rencana memang tidak semudah merencanakan.
Memerlukan semangat dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan setiap hari.
Karena itu jika kita melibatkan Tuhan dalam perencanaan, kita akan dimampukan untuk
menjalankannya, sekalipun dalam kesulitan-kesulitan yang pasti akan kita temui.
Minta kepekaan Roh Kudus terhadap hal-hal yang tidak berkenan. Jangan terburu-buru
melakukan sesuatu sehingga mengabaikan kehendak Tuhan. Belajar kendalikan diri
dan tenang. Berilah kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya
agar kita berhasil.

Jumat, 08 Juni 2012

"TETAP MENCARI TUHAN"

Apa yang di terima, di lihat dan di alami seorang anak sejak kecil dari orang tua
sangat mempengaruhi jalan hidupnya. Uzia menjadi raja menggantikan ayahnya,
Amazia, pada usia 16 tahun. Firman Tuhan berkata bahwa Uzia melakukan apa
yang benar di mata Tuhan tepat seperti yang dilakukan ayahnya (ayat 4).
Sebelumnya, ayah Uzia, Amazia, juga melakukan apa yang benar di mata Tuhan,
hanya tidak dengan segenap hati (2 Tawarikh 25:2),sehingga ahkirnya ia mati
di bunuh karena menjahui TUHAN (2 Tawarikh 25:27). Firman Tuhan juga
mencatat bahwa saat Uzia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya
berhasil (ayat 5b). Tetapi saat ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia
melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN,......(ayat 16),
dan akhirnya ia sakit kusta dan meninggal (ayat 21).
       Dari kisah ini kita belajar begitu pentingnya 'saat menabur' kita lakukan
dengan setia. Khususnya  pada hal-hal yang bernilai kekal. Di saat susah atau
senang cara hidup beribadah tidak boleh hilang dalam keluarga. Anak-anak
akan belajar bagaimana hidup setia kepada Yesus saat kita sedang susah
maupun senang, selalu mencari Tuhan bukan saat hidup kita berhasil saja,
melainkan saat situasi dan kondisi tidak mendukung sekalipun.
        Teladan hidup dengan selalu mencari Tuhan baik dalam susah ataupun
senang adalah seperti seseorang yang sedang berinvestasi. Investasi untuk
masa depan yang pasti membuat kita dapat menikmati masa tua dengan tenang,
karena melihat anak-anak berhasil oleh karena mereka setia mencari Tuhan
baik dalam susah maupun senang.


Kamis, 07 Juni 2012

"BEBAS DARI KEBENCIAN"

Seorang pria mendatangi seorang pendeta dan berkonsultasi, "Pak pendeta, saya tahu bahwa
hal yang paling baik adalah melepas semua perasaan dari kebencian, dan memaafkan, tetapi
bagaimana saya melakukanya?". Pendeta itu menjawab, kamu harus bertanya pada
diri sendiri, "benarkah saya ingin melepaskan dendam ini, ataukah saya menginginkan balas
dendam?". Ada banyak orang berjuang keras ingin melepaskan diri dari kebencian dengan
memaafkan kesalahan orang lain, namun mereka tidak tahu bagaimana melakukannya,
seperti pria tersebut. Ya, bagaimana mungkin dapat lepas dari kebencian jika satu kaki
di jalan maaf dan kaki yang satu di jalan balas dendam, tentu tidak dapat bergerak, bukan?
Dan akhirnya tidak tahu bagaimana harus melakukannya.
      Pengampunan adalah cara terbaik bebas dari kebencian. Ya, sangat benar bahwa
pengampunan terhadap orang lain memang harus dibayar mahal, dan harganya harus
dibayar terus menerus. Seperti halnya Petrus yang menanyakan kepada Yesus berapa kali
ia harus mengampuni, apakah sampai tujuh kali? Yesus menjawab, 'bukan'! Harus tujuh puluh
kali tujuh kali. Artinya terus menerus , tidak terbatas.
      Mengampuni berarti memaafkan, melupakan dan akhirnya bebas dari sakit hati, kecewa,
dendam, benci, dan lain sebagainya. Pengampunan mematikan segala ingatan atau kenangan
yang menyakitkan. Pengampunan membebaskan. Dan pengampunan adalah jalan satu-satunya
menghentikan roda kebencian yang terus menerus berputar dalam pikiran.
Jika demikian mengapa masih terus menyimpan kebencian?

Selasa, 05 Juni 2012

SALING MENGERTI

Setiap manusia memiliki keunikan tersendiri. Sekalipun saudara bersaudara,kakakberadik
tetap ada perbedaan. Demikian juga laki-laki dan perempuan yang di persatukan dalam
pernikahan. Pernikahan menyatukan laki-laki dan perempuan dengan watak yang berbeda.
Sehingga tidak jarang ada suami yang sembrono meletakkan sepatu dan pakain kotor
diomeli istrinya yang suka kerapian. Bagi suami yang tidak mengerti akan hal ini mungkin
berpikir,"Istri saya cerewet sekali.Harusnya dia tidak perlu ngomel-ngomel.Kalau ia tidak
suka berantakan,ya sudah langsung dibereskan saja." Jika sekali, dua kali, mungkin istri
mau membereskan tanpa omelan tapi kalau sudah menjadi kebiasaan dan suami tidak mau
berubah dapat mengancam keharmonisan komunikasi.

      Saudaraku, untuk membangun keharmonisan rumah tangga maka suami istri perlu
memiliki sikap saling mengerti. Jangan hanya minta istri mengerti, tapi juga suami mau
mengerti istrinya. Memahami watak istri memang membutuhkan proses dan waktu.
Sifat dasar manusia  yang egois yang cukup sulit menerima kekurangan orang lain.
Tetapi untuk mencapai keharmonisan rumah tangga, maka sebagai suami hendaklah
 meminta hikmat kepada Tuhan (Amsal 2:6).
Tuhan akan memberi pengertian bagaimana menyikapi kekurangan seorang istri,
sehingga kita bisa mengarahkan istri ke jalan yang baik.
   
    Nasehat Firman Tuhan dalam kitab Amsal yang lebih banyak berbicara mengenal
Hikmat dan Pengertian adalah hal yang perlu kita kejar dalam hidup ini. Karena tanpa
hikmat kita menjadi orang bodoh yang hancur karena kebodohan sendiri (Amsal 1:24-33).
Yesus Kristus adalah Hikmat itu dan memilih hidup takut akan Dia adalah permulaan hikmat.

''BERKAT ATAS RUMAH TANGGA''

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan
yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil  jerih payah tanganmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
      Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu;
anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat
kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu!
Damai sejahtera atas Israel!