Setiap manusia memiliki keunikan tersendiri. Sekalipun saudara bersaudara,kakakberadik
tetap ada perbedaan. Demikian juga laki-laki dan perempuan yang di persatukan dalam
pernikahan. Pernikahan menyatukan laki-laki dan perempuan dengan watak yang berbeda.
Sehingga tidak jarang ada suami yang sembrono meletakkan sepatu dan pakain kotor
diomeli istrinya yang suka kerapian. Bagi suami yang tidak mengerti akan hal ini mungkin
berpikir,"Istri saya cerewet sekali.Harusnya dia tidak perlu ngomel-ngomel.Kalau ia tidak
suka berantakan,ya sudah langsung dibereskan saja." Jika sekali, dua kali, mungkin istri
mau membereskan tanpa omelan tapi kalau sudah menjadi kebiasaan dan suami tidak mau
berubah dapat mengancam keharmonisan komunikasi.
Saudaraku, untuk membangun keharmonisan rumah tangga maka suami istri perlu
memiliki sikap saling mengerti. Jangan hanya minta istri mengerti, tapi juga suami mau
mengerti istrinya. Memahami watak istri memang membutuhkan proses dan waktu.
Sifat dasar manusia yang egois yang cukup sulit menerima kekurangan orang lain.
Tetapi untuk mencapai keharmonisan rumah tangga, maka sebagai suami hendaklah
meminta hikmat kepada Tuhan (Amsal 2:6).
Tuhan akan memberi pengertian bagaimana menyikapi kekurangan seorang istri,
sehingga kita bisa mengarahkan istri ke jalan yang baik.
Nasehat Firman Tuhan dalam kitab Amsal yang lebih banyak berbicara mengenal
Hikmat dan Pengertian adalah hal yang perlu kita kejar dalam hidup ini. Karena tanpa
hikmat kita menjadi orang bodoh yang hancur karena kebodohan sendiri (Amsal 1:24-33).
Yesus Kristus adalah Hikmat itu dan memilih hidup takut akan Dia adalah permulaan hikmat.
Selasa, 05 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar