Seorang pria mendatangi seorang pendeta dan berkonsultasi, "Pak pendeta, saya tahu bahwa
hal yang paling baik adalah melepas semua perasaan dari kebencian, dan memaafkan, tetapi
bagaimana saya melakukanya?". Pendeta itu menjawab, kamu harus bertanya pada
diri sendiri, "benarkah saya ingin melepaskan dendam ini, ataukah saya menginginkan balas
dendam?". Ada banyak orang berjuang keras ingin melepaskan diri dari kebencian dengan
memaafkan kesalahan orang lain, namun mereka tidak tahu bagaimana melakukannya,
seperti pria tersebut. Ya, bagaimana mungkin dapat lepas dari kebencian jika satu kaki
di jalan maaf dan kaki yang satu di jalan balas dendam, tentu tidak dapat bergerak, bukan?
Dan akhirnya tidak tahu bagaimana harus melakukannya.
Pengampunan adalah cara terbaik bebas dari kebencian. Ya, sangat benar bahwa
pengampunan terhadap orang lain memang harus dibayar mahal, dan harganya harus
dibayar terus menerus. Seperti halnya Petrus yang menanyakan kepada Yesus berapa kali
ia harus mengampuni, apakah sampai tujuh kali? Yesus menjawab, 'bukan'! Harus tujuh puluh
kali tujuh kali. Artinya terus menerus , tidak terbatas.
Mengampuni berarti memaafkan, melupakan dan akhirnya bebas dari sakit hati, kecewa,
dendam, benci, dan lain sebagainya. Pengampunan mematikan segala ingatan atau kenangan
yang menyakitkan. Pengampunan membebaskan. Dan pengampunan adalah jalan satu-satunya
menghentikan roda kebencian yang terus menerus berputar dalam pikiran.
Jika demikian mengapa masih terus menyimpan kebencian?
Kamis, 07 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar